PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel

PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel merupakan large industrial carbon pressure filter 96 inch untuk dechlorination, odor & organic adsorption, Water Treatment Plant dan Reverse Osmosis pretreatment. Menggunakan Granular Activated Carbon dengan media volume 125 cu.ft, reference odor & organic adsorption flow 250 GPM dan dechlorination flow 500 GPM. Cocok untuk large industrial project, EPC, consultant specification, capacity upgrade dan penggantian existing Activated Carbon Filter. Informasi lebih lanjut hubungi kami via Chat WhatsApp : +62 813-8506-6789 (fast response).

Description

PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel merupakan industrial activated carbon pressure filter berdiameter 96 inch untuk kebutuhan carbon treatment berkapasitas besar pada Water Treatment Plant, utility water, process-water treatment dan pretreatment Reverse Osmosis.

Unit ini menggunakan Granular Activated Carbon (GAC) sebagai media untuk membantu mengurangi taste, odor, dissolved organic material dan free chlorine. Pada aplikasi Reverse Osmosis, activated carbon dapat digunakan sebagai salah satu tahap pretreatment untuk membantu mengurangi free chlorine sebelum air diteruskan menuju RO membrane.

PFI ACF-96 menggunakan Mild Steel tank ukuran 96 × 60 inch, media volume 125 cu.ft, reference service flow 250 GPM untuk Odor & Organic Adsorption dan 500 GPM untuk Dechlorination, dengan reference backwash flow 500 GPM serta pipe connection 6 inch.

PFI ACF-96 merupakan bagian dari Activated Carbon Filter Mild Steel PFI ACF Series untuk industrial water treatment, dechlorination dan RO pretreatment.

Apa Itu PFI ACF-96 Activated Carbon Filter?

PFI ACF-96 adalah large industrial pressure filter yang menggunakan Granular Activated Carbon sebagai treatment media.

ACF-96 dirancang untuk aplikasi yang membutuhkan activated carbon treatment pada kelas flow lebih besar dibandingkan model ACF-84.

Treatment objective Activated Carbon Filter berbeda dengan Multimedia Sand Filter. Multimedia Sand Filter terutama digunakan untuk particulate dan turbidity filtration, sedangkan ACF menggunakan activated carbon untuk treatment seperti:

  • free-chlorine reduction;
  • taste dan odor treatment;
  • dissolved organic material adsorption;
  • carbon treatment sebelum downstream process;
  • pretreatment Reverse Osmosis.

Datasheet PFI juga menyebut specialty activated carbon dapat digunakan untuk chloramine reduction apabila treatment requirement memang membutuhkan media tersebut.

Jenis activated carbon tetap perlu disesuaikan dengan contaminant dan target treatment project.

Fungsi PFI ACF-96 pada Industrial Water Treatment

PFI ACF-96 dapat digunakan sebagai salah satu treatment stage pada large industrial Water Treatment Plant ketika proses membutuhkan activated carbon adsorption atau dechlorination.

Fungsi ACF-96 dapat mencakup:

  • pengurangan free chlorine;
  • odor treatment;
  • taste treatment;
  • adsorption terhadap dissolved organic material;
  • carbon treatment untuk utility water;
  • process-water pretreatment;
  • pretreatment sebelum Reverse Osmosis;
  • polishing treatment sesuai kebutuhan proses.

Pemilihan actual operating flow harus dikaitkan dengan treatment objective.

Hal ini penting karena datasheet PFI memberikan reference capacity berbeda untuk Odor & Organic Adsorption dan Dechlorination.

Granular Activated Carbon pada PFI ACF-96

PFI ACF-96 menggunakan Granular Activated Carbon sebagai treatment media.

Activated carbon mempunyai porous structure dan surface area yang digunakan dalam proses adsorption terhadap senyawa yang sesuai dengan karakteristik media.

Untuk PFI ACF Series, treatment yang disebutkan pada datasheet mencakup taste, odor, dissolved organic material serta free-chlorine reduction.

Performance GAC dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • treatment objective;
  • contaminant loading;
  • water quality;
  • actual service flow;
  • carbon specification;
  • operating hours;
  • condition of carbon bed;
  • required outlet quality.

Karena itu, pemilihan carbon tidak sebaiknya hanya berdasarkan volume media atau ukuran pressure vessel.

Cara Kerja PFI ACF-96

Pada saat service operation, air masuk ke pressure vessel dan dialirkan melalui bed Granular Activated Carbon.

Air berkontak dengan carbon media sehingga treatment dapat berlangsung sesuai karakteristik activated carbon dan contaminant yang menjadi target.

Pada aplikasi odor dan organic treatment, proses adsorption menjadi bagian penting dari treatment mechanism.

Pada aplikasi dechlorination, activated carbon digunakan untuk membantu mengurangi free chlorine sebelum air diteruskan menuju downstream process.

Datasheet PFI secara khusus menyebut free-chlorine removal sebagai salah satu penggunaan umum activated carbon untuk pretreatment Reverse Osmosis.

Selama operation, kondisi carbon perlu dimonitor karena treatment performance dapat berubah akibat contaminant loading dan operating history.

Spesifikasi PFI ACF-96 Activated Carbon Filter

ParameterPFI ACF-96
ModelACF-96
Tank Size96 × 60 inch
Tank MaterialMild Steel
Filter MediaGranular Activated Carbon
Media Volume125 cu.ft
Odor & Organic Adsorption Flow250 GPM
Dechlorination Flow500 GPM
Backwash Flow500 GPM
Pipe Size6 inch
Operating Pressure30–100 psi
Maximum Pressure Drop21.8 psi
Design CodeASME Section VIII Division 1

Model, vessel dimension, media volume dan reference service flow mengikuti technical datasheet PFI ACF Series.

Final equipment selection tetap perlu disesuaikan dengan design flow, water analysis, treatment objective dan operating condition project.

Media Volume 125 cu.ft untuk Large Carbon Treatment

PFI ACF-96 mempunyai reference activated carbon media volume 125 cu.ft.

Media volume merupakan salah satu parameter penting ketika ACF-96 digunakan untuk large industrial water-treatment system.

Namun treatment performance tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah carbon.

Engineering evaluation perlu mempertimbangkan:

  • actual service flow;
  • treatment objective;
  • contaminant concentration;
  • required outlet quality;
  • carbon specification;
  • operating hours;
  • feed-water condition.

Untuk treatment requirement tertentu, pemilihan carbon dapat dilakukan berdasarkan water analysis dan project specification.

Odor & Organic Adsorption Flow 250 GPM

Untuk Odor & Organic Adsorption, PFI ACF-96 mempunyai reference service flow 250 GPM.

Reference tersebut perlu dibedakan dari dechlorination capacity karena kedua treatment objective mempunyai reference flow yang berbeda.

Pada organic adsorption application, engineer perlu mempertimbangkan actual flow bersama dengan:

  • contaminant loading;
  • target outlet condition;
  • activated carbon characteristics;
  • treatment performance;
  • operating duration.

Karena itu, dechlorination flow yang lebih tinggi tidak otomatis digunakan sebagai design capacity untuk organic adsorption.

Dechlorination Flow hingga 500 GPM

Untuk aplikasi Dechlorination, PFI ACF-96 mempunyai reference service flow 500 GPM.

Kapasitas tersebut menempatkan ACF-96 sebagai salah satu pilihan untuk high-capacity industrial Water Treatment Plant yang membutuhkan activated carbon treatment pada kelas flow besar.

Pada final selection, engineer perlu mengevaluasi:

  • inlet free chlorine;
  • target outlet residual;
  • normal operating flow;
  • peak flow;
  • carbon specification;
  • operating hours;
  • downstream equipment.

Untuk RO pretreatment, outlet chlorine monitoring perlu menjadi bagian dari operating control ketika ACF digunakan untuk chlorine reduction.

Mengapa ACF-96 Memiliki Dua Reference Service Flow?

PFI datasheet memisahkan kapasitas Odor & Organic Adsorption dan Dechlorination.

Untuk ACF-96:

Odor & Organic Adsorption → 250 GPM

Dechlorination → 500 GPM

Perbedaan tersebut penting pada consultant specification maupun equipment selection.

ACF-96 tidak sebaiknya hanya ditulis sebagai “500 GPM Activated Carbon Filter” tanpa menjelaskan treatment objective karena angka tersebut merupakan reference dechlorination flow.

Untuk organic adsorption, reference yang tercantum pada PFI datasheet adalah 250 GPM.

Backwash Requirement 500 GPM

PFI ACF-96 mempunyai reference backwash flow 500 GPM.

Karena ACF-96 berada pada kelas large industrial pressure filter, backwash infrastructure perlu diperhitungkan sejak awal project.

Engineering review dapat mencakup:

  • backwash pump capacity;
  • backwash-water storage;
  • available pressure;
  • valve capacity;
  • backwash piping;
  • drain piping;
  • drain receiving capacity;
  • backwash sequence.

Pada multiple-vessel installation, backwash dapat direncanakan secara sequence agar kebutuhan air tidak terjadi secara bersamaan apabila system tidak dirancang untuk simultaneous backwash.

Pipe Size 6 Inch untuk High-Capacity Industrial System

PFI ACF-96 menggunakan reference pipe size 6 inch.

Hal ini memberikan positioning engineering yang jelas dibandingkan ACF-84 yang menggunakan reference pipe size 4 inch.

Pada large industrial WTP, integration ACF-96 perlu mempertimbangkan:

  • inlet header;
  • outlet header;
  • bypass;
  • backwash line;
  • drain line;
  • pump discharge;
  • valve arrangement;
  • available pressure.

Nominal 6-inch connection tetap tidak menggantikan hydraulic calculation untuk keseluruhan piping system.

Mild Steel Pressure Vessel untuk Large Industrial Project

PFI ACF Series menggunakan Mild Steel sebagai standard pressure-vessel material.

Standard fabrication pada datasheet PFI mencakup hand hole/man hole, safety valve, manual multi-valve menggunakan ball atau butterfly valve, design code ASME Section VIII Division 1, internal epoxy coating serta external primary dan finished paint.

Untuk EPC atau consultant project, final mechanical configuration dapat disesuaikan dengan approved specification dan project requirement.

Feed Water Condition Sebelum PFI ACF-96

Datasheet PFI menyatakan inlet Activated Carbon Filter sebaiknya relatif bebas dari oil, turbidity dan iron.

Karena itu, ACF-96 tidak sebaiknya digunakan sebagai pengganti primary turbidity filtration.

Apabila feed water mempunyai suspended particulate atau turbidity yang signifikan, upstream treatment perlu dievaluasi agar carbon bed dapat difokuskan pada treatment objective utamanya.

ACF-96 Setelah Multimedia Sand Filter

Untuk treatment plant yang membutuhkan particulate filtration sekaligus activated carbon treatment, Multimedia Sand Filter dapat digunakan sebelum ACF-96 apabila sesuai dengan process design.

Contoh arrangement:

Raw Water → Multimedia Sand Filter → PFI ACF-96 → Downstream Treatment

Pada arrangement tersebut, Multimedia Sand Filter menangani particulate/turbidity filtration sedangkan ACF-96 digunakan untuk carbon treatment.

Untuk upstream particulate dan turbidity filtration, PFI menyediakan Multimedia Sand Filter Mild Steel PFI MSF Series untuk industrial Water Treatment Plant.

ACF-84 vs ACF-96

PFI ACF-96 mempunyai kapasitas yang lebih besar dibandingkan ACF-84 dalam beberapa parameter engineering utama.

ACF-84 menggunakan tank 84 inch dengan media 95 cu.ft, sedangkan ACF-96 menggunakan tank 96 inch dengan media 125 cu.ft.

Reference dechlorination flow meningkat dari 385 GPM pada ACF-84 menjadi 500 GPM pada ACF-96, sementara pipe size meningkat dari 4 inch menjadi 6 inch.

Karena itu, ACF-96 dapat dipertimbangkan ketika project membutuhkan kapasitas carbon treatment yang lebih besar dan supporting infrastructure mampu memenuhi kebutuhan hydraulic serta backwash-nya.

Untuk kebutuhan pada kelas 84 inch dan piping 4 inch, PFI ACF-84 Activated Carbon Filter Mild Steel dapat digunakan sebagai engineering comparison terhadap ACF-96.

PFI ACF-96 untuk Pretreatment Reverse Osmosis

PFI ACF-96 dapat digunakan sebagai bagian dari large industrial RO pretreatment apabila process design membutuhkan activated carbon treatment dan kapasitasnya sesuai dengan system requirement.

Salah satu fungsi penting activated carbon pada aplikasi tersebut adalah membantu mengurangi free chlorine sebelum air menuju RO membrane.

Contoh treatment train:

Raw Water → Multimedia Sand Filter → PFI ACF-96 → Cartridge Filter → Reverse Osmosis

Actual configuration tetap perlu ditentukan berdasarkan raw-water analysis dan RO feed-water requirement.

PFI ACF-96 dapat diintegrasikan dengan Reverse Osmosis System sebagai bagian dari high-capacity industrial RO pretreatment dan Water Treatment Plant.

Aplikasi PFI ACF-96 Activated Carbon Filter

PFI ACF-96 dapat dipertimbangkan untuk:

  • large industrial Water Treatment Plant;
  • high-capacity dechlorination;
  • industrial RO pretreatment;
  • utility water treatment;
  • process-water treatment;
  • odor treatment;
  • organic adsorption;
  • building water treatment;
  • Food & Beverage;
  • Pharmaceutical;
  • Oil Industry;
  • EPC water-treatment project.

Building, Food & Beverage, Pharmaceuticals dan Oil Industry termasuk application sectors yang tercantum pada PFI ACF Series datasheet.

Final selection tetap perlu didasarkan pada treatment objective dan project operating condition.

PFI ACF-96 dalam Multimedia Filter Industrial

PFI ACF-96 merupakan bagian dari PFI ACF Series untuk kebutuhan activated carbon treatment pada industrial Water Treatment Plant.

Unit dapat dikombinasikan dengan Multimedia Sand Filter dan downstream treatment sesuai process requirement.

Lihat rangkaian Multimedia Filter PFI untuk perencanaan Multimedia Sand Filter dan Activated Carbon Filter pada industrial WTP, EPC, consultant specification dan project water treatment.

Cara Memilih PFI ACF-96 untuk Industrial Water Treatment

Pemilihan PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel sebaiknya dimulai dari treatment objective dan kondisi proses, bukan hanya berdasarkan diameter pressure vessel atau nominal pipe connection.

Untuk industrial Water Treatment Plant, beberapa parameter yang perlu dievaluasi meliputi:

  • treatment objective;
  • normal dan peak service flow;
  • inlet-water quality;
  • inlet free chlorine;
  • target outlet condition;
  • organic loading;
  • activated carbon specification;
  • operating hours;
  • upstream filtration;
  • downstream equipment;
  • available operating pressure;
  • backwash-water capacity;
  • existing piping dan valve arrangement.

PFI ACF-96 mempunyai reference capacity berbeda untuk Odor & Organic Adsorption dan Dechlorination. Karena itu, design flow harus selalu dikaitkan dengan fungsi treatment yang akan dijalankan.

Tentukan Treatment Objective Sebelum Menentukan Flow

Salah satu hal terpenting dalam selection ACF-96 adalah menentukan apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh activated carbon treatment.

PFI ACF Series digunakan untuk treatment seperti taste, odor, dissolved organic material dan free-chlorine reduction.

Treatment objective tersebut dapat menghasilkan operating consideration yang berbeda.

Karena itu, pertanyaan engineering pertama bukan hanya:

“Berapa flow plant?”

Tetapi juga:

“Apa yang harus dikurangi oleh Activated Carbon Filter pada flow tersebut?”

Pendekatan ini membantu menghindari pemilihan ACF hanya berdasarkan diameter tank atau ukuran piping.

ACF-96 untuk Odor & Organic Adsorption

Untuk Odor & Organic Adsorption, PFI ACF-96 mempunyai reference service flow 250 GPM.

Pada aplikasi ini, engineering evaluation dapat mempertimbangkan:

  • karakteristik organic contaminant;
  • inlet concentration;
  • target outlet quality;
  • actual operating flow;
  • activated carbon specification;
  • carbon loading;
  • operating duration;
  • downstream treatment requirement.

Reference 250 GPM perlu dipertahankan sebagai basis treatment-specific dan tidak digantikan oleh angka dechlorination flow yang lebih tinggi.

ACF-96 untuk Dechlorination

Untuk Dechlorination, PFI ACF-96 mempunyai reference service flow 500 GPM.

Pada aplikasi tersebut, beberapa data yang penting untuk engineering review antara lain:

  • inlet free chlorine;
  • normal chlorine concentration;
  • kemungkinan variation atau peak concentration;
  • target residual chlorine;
  • normal operating flow;
  • peak operating flow;
  • carbon type;
  • operating hours;
  • downstream equipment.

Pada RO pretreatment, outlet free chlorine perlu dimonitor sesuai requirement downstream RO system.

Karena itu, angka 500 GPM merupakan reference dechlorination flow ACF-96, bukan satu universal service-flow rating untuk seluruh activated carbon application.

Activated Carbon Contact Condition

Activated carbon treatment membutuhkan kontak yang memadai antara water stream dan carbon bed.

Contact condition dipengaruhi oleh beberapa parameter, termasuk:

  • bed volume;
  • actual flow;
  • vessel configuration;
  • carbon characteristics;
  • contaminant;
  • treatment objective;
  • required outlet quality.

PFI datasheet memberikan media volume dan treatment-specific reference flow, tetapi tidak menetapkan satu universal EBCT untuk seluruh aplikasi ACF-96.

Karena itu, EBCT atau contact-time requirement untuk project tertentu sebaiknya tidak diasumsikan dari satu angka umum.

Apabila consultant specification menetapkan minimum contact time atau EBCT, sizing perlu diverifikasi terhadap requirement tersebut serta specification activated carbon yang digunakan.

Mengapa ACF-96 Tidak Dipilih dari Pipe Size 6 Inch Saja?

PFI ACF-96 mempunyai reference pipe size 6 inch, tetapi nominal connection tersebut bukan satu-satunya parameter sizing.

Pipe size tidak menjelaskan:

  • treatment objective;
  • contaminant loading;
  • carbon contact requirement;
  • inlet chlorine;
  • target outlet quality;
  • carbon specification;
  • actual system pressure;
  • backwash-water requirement.

Karena itu, existing plant dengan header 6 inch belum tentu otomatis membutuhkan ACF-96.

Sebaliknya, apabila treatment requirement memang mengarah ke ACF-96, keseluruhan hydraulic system perlu diperiksa agar piping dan supporting equipment dapat mendukung operating condition unit.

Hydraulic Integration ACF-96 pada Large Industrial WTP

ACF-96 berada pada kelas large industrial pressure filter sehingga integration dengan plant piping perlu diperhatikan sejak design stage.

Engineering review dapat mencakup:

  • feed-pump capacity;
  • inlet pressure;
  • pressure loss pada piping;
  • valve pressure loss;
  • inlet dan outlet header;
  • flow distribution;
  • bypass arrangement;
  • isolation valve;
  • backwash header;
  • drain capacity.

Nominal pipe 6 inch pada ACF-96 perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan hydraulic system dan bukan berdiri sendiri.

Pada multiple-vessel installation, header design juga perlu mendukung distribusi flow yang sesuai antar vessel.

Feed Water Condition Sebelum ACF-96

PFI datasheet menyatakan bahwa inlet Activated Carbon Filter sebaiknya relatif bebas dari oil, turbidity dan iron.

Kondisi feed tersebut penting karena excessive particulate atau contaminant tertentu dapat mengganggu carbon bed dan mengalihkan fungsi ACF dari treatment objective utamanya.

Apabila raw water mempunyai turbidity yang perlu ditangani terlebih dahulu, upstream particulate treatment dapat direncanakan sebelum ACF.

Untuk upstream turbidity dan particulate filtration, PFI menyediakan Multimedia Sand Filter Mild Steel PFI MSF Series untuk industrial Water Treatment Plant.

PFI MSF-100 Multimedia Sand Filter Mild Steel
PFI MSF-100 Multimedia Sand Filter Mild Steel

Single ACF-96 atau Multiple ACF-96 Parallel

PFI ACF-96 dapat digunakan sebagai single vessel maupun menjadi bagian dari multiple-vessel arrangement sesuai plant requirement.

Single ACF-96 dapat dipertimbangkan ketika required treatment capacity dapat ditangani oleh satu unit dan plant configuration mendukung operating serta maintenance requirement tersebut.

Multiple ACF-96 parallel dapat dievaluasi ketika project membutuhkan:

  • total capacity lebih besar;
  • pembagian flow;
  • operational flexibility;
  • phased plant expansion;
  • maintenance flexibility;
  • redundancy sesuai project philosophy.

Pada parallel arrangement, pembagian flow antar vessel perlu diperhatikan agar tidak terjadi hydraulic imbalance yang menyebabkan salah satu carbon bed menerima flow secara tidak proporsional.

Multiple ACF-96 untuk Capacity Expansion

Untuk project dengan total design flow yang melampaui kapasitas satu unit pada treatment objective yang dipilih, multiple ACF-96 dapat dievaluasi.

Contohnya bukan sekadar mengalikan jumlah vessel berdasarkan nominal pipe size.

Engineer tetap perlu mempertimbangkan:

  • treatment-specific flow;
  • number of operating vessels;
  • standby philosophy;
  • header configuration;
  • backwash sequence;
  • pump capacity;
  • available footprint;
  • maintenance requirement.

Pendekatan modular juga dapat memberikan fleksibilitas ketika plant direncanakan berkembang dalam beberapa tahap.

Backwash 500 GPM Harus Masuk dalam System Design

PFI ACF-96 mempunyai reference backwash flow 500 GPM.

Angka ini penting karena large ACF tidak hanya membutuhkan feed-water capacity selama service operation, tetapi juga supporting infrastructure untuk backwash.

Project design perlu mengevaluasi apakah tersedia:

  • backwash pump yang sesuai;
  • backwash-water volume;
  • sufficient pressure;
  • valve dan piping capacity;
  • drain line;
  • wastewater receiving capacity.

Jika beberapa ACF-96 dipasang parallel, backwash sequencing dapat dipertimbangkan agar seluruh unit tidak meminta 500 GPM secara bersamaan kecuali system memang dirancang untuk kondisi tersebut.

Backwash dan Kondisi Activated Carbon Bed

Backwash digunakan sebagai bagian dari hydraulic maintenance carbon bed.

Namun backwash perlu dibedakan dari adsorption-capacity restoration.

Backwash dapat membantu menangani material yang terakumulasi dan kondisi bed, tetapi tidak berarti activated carbon yang telah kehilangan treatment capacity akibat contaminant loading otomatis kembali seperti media baru.

Karena itu, treatment performance tetap perlu dipantau berdasarkan actual outlet-water quality.

ACF-84 vs ACF-96 untuk Project Selection

ACF-84 dan ACF-96 berada pada kelas industrial project yang berdekatan, tetapi mempunyai perbedaan kapasitas yang cukup berarti.

Engineering ParameterPFI ACF-84PFI ACF-96
Tank Diameter84 inch96 inch
Media Volume95 cu.ft125 cu.ft
Odor & Organic Adsorption195 GPM250 GPM
Dechlorination385 GPM500 GPM
Backwash385 GPM500 GPM
Pipe Size4 inch6 inch

Technical values mengikuti PFI ACF Series datasheet.

ACF-84 dapat dipertimbangkan untuk requirement yang sesuai dengan kelas kapasitasnya, sedangkan ACF-96 memberikan media volume dan reference treatment flow yang lebih besar.

Pemilihan akhir tetap harus melihat treatment objective, actual flow dan supporting infrastructure.

Bandingkan dengan PFI ACF-84 Activated Carbon Filter Mild Steel untuk kebutuhan carbon treatment pada kelas 84 inch.

Satu ACF-96 atau Beberapa ACF-84?

Pada project tertentu, engineer dapat membandingkan satu ACF berukuran lebih besar dengan multiple smaller vessels.

Keputusan tersebut tidak cukup ditentukan dari total nominal flow.

Pertimbangannya dapat mencakup:

  • treatment objective;
  • operating philosophy;
  • redundancy;
  • available footprint;
  • piping configuration;
  • backwash-water supply;
  • maintenance accessibility;
  • plant expansion plan;
  • procurement specification.

Multiple smaller vessels dapat memberikan operational flexibility pada konfigurasi tertentu, sedangkan larger vessel dapat menyederhanakan jumlah equipment pada konfigurasi lainnya.

Final arrangement mengikuti engineering requirement masing-masing project.

ACF-96 untuk Existing Industrial WTP

PFI ACF-96 dapat dipertimbangkan untuk penggantian atau upgrade existing Activated Carbon Filter.

Sebelum menentukan unit, existing plant sebaiknya diaudit berdasarkan:

  • current vessel size;
  • existing media volume;
  • carbon type;
  • actual service flow;
  • inlet-water condition;
  • treatment objective;
  • outlet-water requirement;
  • existing pipe size;
  • operating pressure;
  • backwash pump;
  • drain capacity;
  • available footprint.

Dengan data tersebut, engineering team dapat menilai apakah ACF-96 sesuai sebagai substitusi existing unit atau dibutuhkan konfigurasi lain.

ACF-96 untuk Capacity Upgrade Existing Carbon Filter

Plant expansion dapat meningkatkan flow di atas design condition existing Activated Carbon Filter.

Pada kondisi tersebut, capacity upgrade dapat dievaluasi melalui beberapa pendekatan, seperti:

  • mengganti existing unit dengan ACF-96;
  • menambahkan ACF-96 secara parallel;
  • membagi flow ke beberapa carbon filter;
  • mengubah operating arrangement;
  • memilih ukuran PFI ACF Series yang sesuai dengan kapasitas baru.

Upgrade juga perlu mempertimbangkan apakah existing upstream dan downstream equipment mempunyai kapasitas yang memadai.

Meningkatkan carbon-filter capacity tanpa memeriksa feed pump, Multimedia Sand Filter, cartridge filter, RO system dan backwash infrastructure dapat memindahkan bottleneck ke bagian lain dari plant.

ACF-96 untuk High-Capacity RO Pretreatment

Activated carbon dapat digunakan sebagai salah satu treatment stage sebelum Reverse Osmosis untuk free-chlorine reduction. Penggunaan tersebut disebut secara langsung dalam PFI ACF Series datasheet.

Pada high-capacity RO plant, ACF-96 dapat ditempatkan dalam treatment train seperti:

Raw Water → Multimedia Sand Filter → PFI ACF-96 → Cartridge Filter → Reverse Osmosis

Actual treatment train harus disesuaikan dengan raw-water analysis dan system design.

Lihat Reverse Osmosis System untuk integrasi PFI ACF-96 sebagai bagian dari industrial RO pretreatment.

Monitoring Chlorine Breakthrough Sebelum RO

Apabila ACF-96 digunakan untuk dechlorination sebelum Reverse Osmosis, monitoring sebaiknya tidak hanya mengandalkan pressure gauge atau differential pressure.

Carbon dapat mengalami perubahan treatment performance meskipun hydraulic flow masih terlihat normal.

Karena itu, monitoring dapat mencakup:

  • inlet free chlorine;
  • outlet free chlorine;
  • actual flow;
  • carbon operating history;
  • perubahan feed-water condition.

Peningkatan residual chlorine pada outlet perlu dievaluasi terhadap treatment target dan requirement downstream equipment.

ACF-96 untuk EPC dan Consultant Specification

PFI ACF-96 dapat dimasukkan dalam technical evaluation untuk EPC, consultant dan industrial project yang membutuhkan large activated carbon pressure filter.

Data engineering yang dapat dicantumkan pada equipment schedule atau technical evaluation antara lain:

  • model ACF-96;
  • treatment objective;
  • vessel size;
  • vessel material;
  • activated carbon media;
  • media volume;
  • treatment-specific service flow;
  • backwash requirement;
  • operating pressure;
  • piping requirement;
  • applicable fabrication specification.

PFI ACF Series menggunakan Mild Steel construction dengan standard features dan ASME Section VIII Division 1 sebagaimana tercantum pada datasheet PFI.

Final configuration tetap mengikuti approved project specification.

ACF-96 untuk Tender Industrial Water Treatment

Untuk tender atau procurement, ACF-96 sebaiknya dievaluasi berdasarkan technical requirement dan bukan hanya equipment description “Activated Carbon Filter 96 inch”.

Dokumen inquiry yang lebih lengkap dapat menyertakan:

  • design flow;
  • treatment objective;
  • water analysis;
  • inlet chlorine;
  • target outlet condition;
  • operating pressure;
  • operating hours;
  • existing or proposed piping;
  • backwash-water availability;
  • project specification.

Informasi tersebut membantu memastikan equipment yang ditawarkan sesuai dengan actual treatment requirement.

Integrasi ACF-96 dalam Multimedia Filter PFI

PFI ACF-96 dapat dikombinasikan dengan Multimedia Sand Filter sebagai bagian dari industrial water-treatment process ketika plant membutuhkan particulate filtration dan activated carbon treatment.

Untuk project berkapasitas besar, pemilihan masing-masing vessel perlu dilakukan berdasarkan fungsi treatment dan hydraulic requirement-nya.

Lihat rangkaian Multimedia Filter PFI untuk pemilihan Multimedia Sand Filter dan Activated Carbon Filter pada industrial WTP, EPC, consultant specification dan project water treatment.

Maintenance PFI ACF-96 Activated Carbon Filter

Maintenance PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel diperlukan untuk menjaga hydraulic performance, kondisi activated carbon bed dan mechanical integrity unit selama beroperasi pada industrial Water Treatment Plant.

Pada ACF berkapasitas besar, maintenance sebaiknya tidak hanya berfokus pada pressure vessel. Treatment performance Granular Activated Carbon juga perlu dimonitor secara berkala.

Parameter operation yang dapat dicatat antara lain:

  • inlet dan outlet pressure;
  • differential pressure;
  • actual service flow;
  • inlet dan outlet free chlorine untuk aplikasi dechlorination;
  • kualitas air outlet sesuai treatment objective;
  • backwash performance;
  • valve dan piping condition;
  • indikasi media loss;
  • carbon operating history;
  • kondisi internal coating dan external vessel.

Operating record membantu engineer melihat perubahan performance secara bertahap dan menentukan kapan diperlukan inspection atau evaluasi activated carbon.

PFI ACF-96 merupakan bagian dari Activated Carbon Filter Mild Steel PFI ACF Series untuk industrial water treatment, dechlorination dan RO pretreatment.

Monitoring Dechlorination Performance ACF-96

Apabila ACF-96 digunakan untuk dechlorination, monitoring free chlorine pada inlet dan outlet menjadi salah satu parameter penting.

PFI ACF Series menggunakan Granular Activated Carbon untuk treatment yang mencakup free-chlorine reduction dan dapat digunakan sebagai pretreatment sebelum Reverse Osmosis.

Monitoring dapat mempertimbangkan:

  • inlet free chlorine;
  • outlet free chlorine;
  • actual operating flow;
  • perubahan chlorine loading;
  • carbon operating history;
  • perubahan feed-water quality.

Untuk ACF-96, reference dechlorination flow pada datasheet PFI adalah 500 GPM.

Actual operating condition tetap perlu mengikuti treatment target dan system requirement.

Chlorine Breakthrough pada ACF-96

Pada aplikasi dechlorination, chlorine breakthrough dapat terlihat ketika residual free chlorine pada outlet meningkat dan tidak lagi memenuhi treatment target yang ditentukan.

Kondisi tersebut perlu dievaluasi terutama apabila ACF-96 berada di upstream Reverse Osmosis atau equipment lain yang mempunyai batas feed-water tertentu.

Pemeriksaan dapat mencakup:

  • inlet chlorine concentration;
  • outlet chlorine measurement;
  • actual service flow;
  • valve position;
  • carbon operating history;
  • kemungkinan channeling;
  • media condition;
  • perubahan feed-water chemistry;
  • sampling dan measurement consistency.

Peningkatan outlet chlorine tidak sebaiknya langsung disimpulkan hanya sebagai masalah pressure vessel karena hydraulic condition dan adsorption/treatment performance merupakan dua hal yang perlu diperiksa secara terpisah.

Monitoring Odor & Organic Adsorption

Untuk aplikasi Odor & Organic Adsorption, PFI ACF-96 mempunyai reference service flow 250 GPM.

Treatment performance perlu dinilai terhadap parameter yang memang menjadi target project.

Evaluation dapat mempertimbangkan:

  • inlet-water quality;
  • outlet-water quality;
  • actual operating flow;
  • contaminant loading;
  • carbon specification;
  • operating duration;
  • perubahan treatment performance.

Apabila project mempunyai analytical parameter tertentu untuk organic contaminants, monitoring dapat mengikuti requirement yang ditetapkan dalam water-treatment specification.

Backwash PFI ACF-96

Backwash merupakan bagian penting dari operation ACF-96 untuk membantu menjaga kondisi hydraulic carbon bed.

PFI datasheet memberikan reference backwash flow ACF-96 sebesar 500 GPM.

Saat backwash dilakukan, operator perlu memperhatikan:

  • backwash-water availability;
  • pump performance;
  • available pressure;
  • valve position;
  • drain capacity;
  • bed behavior;
  • indikasi media carryover;
  • kondisi air selama backwash.

Karena kebutuhan backwash ACF-96 cukup besar, backwash system sebaiknya menjadi bagian dari plant design dan tidak hanya diperiksa setelah equipment terpasang.

Backwash Tidak Sama dengan Mengembalikan Adsorption Capacity

Backwash dan adsorption capacity mempunyai fungsi yang berbeda.

Backwash membantu menangani hydraulic condition dan material yang terakumulasi pada bed. Namun backwash tidak sebaiknya dianggap sebagai proses yang otomatis mengembalikan adsorption capacity activated carbon yang telah menurun akibat contaminant loading.

Jika outlet-water treatment terus memburuk setelah hydraulic condition, flow dan backwash diperiksa, kondisi activated carbon perlu dievaluasi lebih lanjut.

Dengan demikian, peningkatan frekuensi backwash bukan otomatis menjadi solusi terhadap carbon yang treatment capacity-nya sudah menurun.

Evaluasi Granular Activated Carbon ACF-96

Tidak ada satu service-life universal yang dapat diterapkan pada seluruh ACF-96.

Kondisi activated carbon dapat dipengaruhi oleh:

  • treatment objective;
  • inlet contaminant concentration;
  • chlorine loading;
  • organic loading;
  • actual service flow;
  • carbon specification;
  • operating hours;
  • upstream-treatment performance;
  • required outlet quality.

Karena itu, keputusan evaluasi media lebih tepat dilakukan berdasarkan actual treatment performance dan operating history daripada hanya umur kalender carbon.

Kapan Activated Carbon ACF-96 Perlu Diganti?

Penggantian Granular Activated Carbon dapat dipertimbangkan ketika treatment performance tidak lagi memenuhi requirement setelah faktor operational dan hydraulic diperiksa.

Untuk aplikasi dechlorination, salah satu indikasinya dapat berupa outlet free chlorine yang secara konsisten meningkat terhadap treatment target.

Untuk organic adsorption, evaluation dapat dilakukan berdasarkan parameter outlet yang menjadi treatment objective project.

Sebelum penggantian media, data yang sebaiknya diperiksa meliputi:

  • existing carbon type;
  • treatment objective;
  • actual flow;
  • inlet-water analysis;
  • contaminant loading;
  • required outlet quality;
  • carbon operating history;
  • existing bed condition.

PFI ACF-96 mempunyai reference media volume 125 cu.ft.

Namun pemilihan carbon pengganti tetap perlu mempertimbangkan treatment requirement dan carbon specification, bukan hanya menyamakan volume media.

Pemeriksaan Carbon Bed ACF-96

Saat shutdown dan internal inspection dapat dilakukan dengan aman, carbon bed dapat diperiksa untuk melihat kemungkinan:

  • media loss;
  • uneven bed;
  • abnormal contamination;
  • channeling;
  • compaction;
  • foreign material;
  • kondisi internal distributor;
  • kondisi support system yang dapat diakses.

Channeling dapat mengurangi distribusi kontak yang efektif antara water stream dan activated carbon.

Karena ACF-96 merupakan large pressure vessel, internal inspection harus mengikuti plant safety procedure, isolation, depressurization serta ketentuan confined-space work apabila berlaku.

Pemeriksaan Mild Steel Vessel dan Internal Coating

PFI ACF Series menggunakan Mild Steel vessel dengan internal epoxy coating serta external primary dan finished paint sebagai bagian dari standard fabrication yang tercantum pada datasheet PFI.

Pada scheduled inspection, area yang dapat diperiksa mencakup:

  • internal epoxy coating;
  • indikasi corrosion;
  • manhole atau handhole;
  • gasket;
  • sealing surface;
  • nozzle;
  • internal connection;
  • external paint;
  • vessel support;
  • valve;
  • flange;
  • indikasi leakage.

Kerusakan coating atau indikasi corrosion perlu dievaluasi sebelum equipment kembali dioperasikan.

Troubleshooting PFI ACF-96

KondisiArea yang Perlu Diperiksa
Free chlorine outlet meningkatInlet chlorine, actual flow, carbon condition, channeling dan operating history
Odor atau organic treatment menurunFeed-water condition, contaminant loading, actual flow dan carbon condition
Differential pressure meningkatCarbon bed, particulate loading, upstream filtration dan kebutuhan backwash
Service flow menurunPump pressure, valve position, piping dan bed condition
Backwash tidak optimalBackwash pump, flow, available pressure, valve dan drain capacity
Carbon terbawa saat operation/backwashHydraulic condition, media bed dan internal arrangement
Treatment performance cepat menurunFeed contamination, treatment loading, service flow dan carbon selection
Flow antar vessel tidak seimbangHeader, valve position dan hydraulic distribution
Carbon bed cepat foulingTurbidity, oil, iron dan upstream-treatment condition

PFI datasheet menyatakan inlet Activated Carbon Filter sebaiknya relatif bebas dari oil, turbidity dan iron.

Karena itu, troubleshooting ACF-96 juga perlu melihat kondisi upstream process.

ACF-96 dan Upstream Multimedia Sand Filter

Apabila feed water mempunyai suspended particulate atau turbidity yang perlu dikurangi sebelum carbon treatment, Multimedia Sand Filter dapat ditempatkan sebagai upstream treatment apabila sesuai dengan process design.

Dengan pembagian tersebut, MSF difokuskan pada particulate/turbidity filtration sedangkan ACF-96 difokuskan pada activated carbon treatment.

Untuk upstream particulate dan turbidity filtration, PFI menyediakan Multimedia Sand Filter Mild Steel PFI MSF Series untuk industrial Water Treatment Plant.

Jika ACF-96 mengalami particulate loading atau differential-pressure increase yang tidak normal, upstream filter juga perlu diperiksa.

ACF-96 untuk Penggantian Existing Activated Carbon Filter

PFI ACF-96 dapat dipertimbangkan untuk penggantian existing large Activated Carbon Filter pada industrial Water Treatment Plant.

Selection sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan mencocokkan diameter vessel.

Technical comparison dapat mempertimbangkan:

  • existing vessel dimension;
  • existing media volume;
  • carbon specification;
  • normal dan peak flow;
  • treatment objective;
  • inlet-water condition;
  • required outlet quality;
  • operating pressure;
  • existing pipe size;
  • backwash requirement;
  • available footprint;
  • valve configuration;
  • downstream process.

Data tersebut membantu menentukan apakah ACF-96 sesuai dengan existing system atau dibutuhkan arrangement lain.

Capacity Upgrade dengan PFI ACF-96

PFI ACF-96 juga dapat digunakan dalam evaluation untuk capacity expansion existing Water Treatment Plant.

Beberapa arrangement yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • satu ACF-96 sebagai unit baru;
  • multiple ACF-96 secara parallel;
  • ACF-96 sebagai tambahan existing carbon filter;
  • duty/standby configuration;
  • duty/assist arrangement;
  • model ACF Series lain sesuai new design capacity.

Upgrade carbon filter sebaiknya diikuti review terhadap feed pump, upstream filtration, header piping, backwash system dan downstream equipment agar peningkatan kapasitas tidak memindahkan bottleneck ke bagian plant lainnya.

ACF-84 atau ACF-96 untuk Existing Plant?

PFI ACF-84 dapat menjadi engineering comparison ketika required capacity berada di bawah kelas ACF-96 atau existing infrastructure lebih sesuai dengan unit 84 inch.

ACF-96 memberikan media volume dan treatment-specific reference flow yang lebih besar, sekaligus membutuhkan supporting infrastructure yang lebih besar termasuk 6-inch piping dan reference backwash 500 GPM.

Lihat PFI ACF-84 Activated Carbon Filter Mild Steel untuk engineering comparison dengan ACF-96 pada industrial Water Treatment Plant.

Final selection tetap ditentukan oleh treatment objective, flow dan system configuration.

ACF-96 untuk Proteksi Pretreatment Reverse Osmosis

Pada Reverse Osmosis system yang menggunakan activated carbon untuk free-chlorine reduction, ACF performance merupakan bagian penting dari pretreatment operation.

PFI datasheet menyebut free-chlorine removal sebagai penggunaan umum activated carbon, termasuk sebagai pretreatment sebelum RO.

Contoh treatment arrangement:

Raw Water → Multimedia Sand Filter → PFI ACF-96 → Cartridge Filter → Reverse Osmosis

Actual configuration tetap mengikuti raw-water analysis, process design dan requirement RO system.

PFI ACF-96 dapat diintegrasikan dengan Reverse Osmosis System sebagai bagian dari high-capacity industrial RO pretreatment dan Water Treatment Plant.

FAQ PFI ACF-96 Activated Carbon Filter

Apa fungsi PFI ACF-96?

PFI ACF-96 merupakan large industrial Activated Carbon Filter untuk treatment seperti odor dan organic adsorption serta dechlorination sesuai application requirement.

Media apa yang digunakan ACF-96?

PFI ACF-96 menggunakan Granular Activated Carbon (GAC) sebagai treatment media.

Berapa media volume ACF-96?

Reference media volume ACF-96 adalah 125 cu.ft.

Berapa reference flow ACF-96 untuk organic adsorption?

Reference Odor & Organic Adsorption Flow ACF-96 adalah 250 GPM.

Berapa reference dechlorination flow ACF-96?

Reference Dechlorination Flow ACF-96 adalah 500 GPM.

Apakah 500 GPM merupakan flow universal ACF-96?

Tidak. Angka 500 GPM pada datasheet merupakan reference Dechlorination Flow. Untuk Odor & Organic Adsorption, reference yang tercantum adalah 250 GPM.

Apakah ACF-96 menggunakan pipe 6 inch?

Ya. Reference pipe size ACF-96 pada PFI datasheet adalah 6 inch.

Apakah ACF-96 dapat digunakan sebelum Reverse Osmosis?

Ya, apabila process design membutuhkan activated carbon sebagai bagian dari RO pretreatment, termasuk untuk free-chlorine reduction.

Apakah ACF-96 dapat digunakan parallel?

Ya. Multiple ACF-96 dapat dievaluasi secara parallel untuk total capacity, operational flexibility, expansion atau redundancy sesuai project design.

Apakah backwash mengaktifkan kembali carbon yang telah habis?

Backwash membantu kondisi hydraulic bed, tetapi tidak sebaiknya dianggap sebagai proses yang mengembalikan adsorption capacity carbon yang telah menurun akibat contaminant loading.

Berapa lama GAC ACF-96 dapat digunakan?

Tidak ada satu interval universal. Carbon condition perlu dievaluasi berdasarkan treatment performance, contaminant loading, actual flow, operating history dan required outlet quality.

Apakah ACF-96 cocok untuk large industrial project?

ACF-96 dapat dipertimbangkan untuk large industrial Water Treatment Plant, high-capacity dechlorination, RO pretreatment dan project yang treatment requirement-nya sesuai dengan kapasitas unit.

Mengapa Memilih PFI ACF-96?

PFI Filtration menyediakan PFI ACF-96 sebagai bagian dari Activated Carbon Filter Mild Steel PFI ACF Series untuk industrial Water Treatment Plant, RO pretreatment, EPC dan project water treatment.

Technical selection dapat dibantu berdasarkan:

  • water analysis;
  • treatment objective;
  • required service flow;
  • inlet free chlorine;
  • target outlet condition;
  • existing carbon filter;
  • piping configuration;
  • operating pressure;
  • backwash-water availability;
  • downstream equipment;
  • consultant specification.

Pendekatan ini membantu memilih ACF berdasarkan actual treatment requirement dan bukan sekadar nominal diameter pressure vessel.

PFI ACF-96 merupakan bagian dari rangkaian Multimedia Filter PFI untuk industrial WTP, EPC, consultant specification dan project water treatment.

Distributor & Supplier PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Indonesia

PFI Filtration melayani kebutuhan distributor, supplier dan sales PFI ACF-96 Activated Carbon Filter Mild Steel untuk industrial Water Treatment Plant, EPC, contractor, consultant, OEM, procurement dan end user di Indonesia.

PFI ACF-96 dapat dipertimbangkan untuk new Water Treatment Plant, high-capacity dechlorination, RO pretreatment, plant expansion, capacity upgrade maupun penggantian existing Activated Carbon Filter.

Engineering support dapat dilakukan berdasarkan design flow, water analysis, treatment objective, inlet chlorine, required outlet condition, activated carbon requirement, existing piping, operating pressure, backwash system dan downstream equipment.

Untuk kebutuhan tender atau consultant specification, PFI dapat membantu technical comparison ACF-96 dengan ukuran lain dalam PFI ACF Series berdasarkan actual project requirement.

Lihat Activated Carbon Filter Mild Steel PFI ACF Series untuk pemilihan carbon pressure filter sesuai kebutuhan industrial water treatment dan project.

Mild Steel Activated Carbon Filter
Mild Steel Activated Carbon Filter

Konsultasi PFI ACF-96 untuk Project, EPC dan Tender

Untuk technical evaluation PFI ACF-96, project data yang dapat disiapkan antara lain:

  • design flow;
  • normal dan peak flow;
  • treatment objective;
  • raw-water analysis;
  • inlet free chlorine;
  • required outlet residual chlorine;
  • organic-treatment requirement;
  • operating pressure;
  • operating hours;
  • backwash-water availability;
  • upstream treatment;
  • downstream process;
  • existing piping;
  • available footprint;
  • consultant specification atau tender datasheet.

Berdasarkan data tersebut, kebutuhan dapat dievaluasi untuk penggunaan single ACF-96, multiple ACF-96 atau model PFI ACF Series lainnya.

Konsultasikan kebutuhan Multimedia Filter PFI untuk perencanaan Activated Carbon Filter dan Multimedia Sand Filter pada industrial WTP, EPC, existing plant maupun project water treatment baru.

Hubungi kami Filter Indonesia

Chat via WhatsApp : +62 813-8506-6789 (fast response)

 



Exclusive products

Special category of products